Menjadi Pemuda Idaman dalam Islam
Keutamaan
Pemuda yang Taat
Pemuda
memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam. Masa muda adalah masa yang penuh
semangat, kekuatan, dan berbagai godaan. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira kepada pemuda
yang mampu menjaga dirinya dalam ketaatan kepada Allah.
Dari
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda tentang tujuh golongan yang akan
mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat, di antaranya:
وَشَابٌّ
نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ
"Seorang
pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah." (HR.
Bukhari dan Muslim)
Dalam
hadis yang lain Rasulullah ﷺ
bersabda:
إِنَّ
اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ
"Sesungguhnya
Allah ﷻ sangat mengagumi seorang pemuda yang tidak mengikuti hawa
nafsunya dan tidak menyimpang dari kebenaran." (HR.
Ahmad)
Hadis-hadis
ini menunjukkan bahwa pemuda yang istiqamah dalam ketaatan memiliki kedudukan
yang sangat mulia di sisi Allah ﷻ.
Tantangan
Pemuda Zaman Sekarang
Di
era modern, pemuda menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Di
antaranya:
1. Jauh dari masjid dan
majelis ilmu.
2. Waktu banyak dihabiskan
untuk hal-hal yang sia-sia.
3. Terjerumus dalam
penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan zat adiktif lainnya.
4. Gemar berpacaran, takut
menikah, tetapi mudah terjerumus dalam perzinaan.
5. Durhaka kepada kedua
orang tua.
Karena
itu, pemuda muslim harus memiliki benteng keimanan agar tidak hanyut oleh arus
zaman.
Dekat
dengan Masjid dan Majelis Ilmu
Salah
satu ciri pemuda yang dicintai Allah ﷻ adalah dekat dengan masjid dan senang
menghadiri majelis ilmu.
Rasulullah
ﷺ bersabda:
الصَّلَوَاتُ
الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ
مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
"Shalat
lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya
merupakan penghapus dosa-dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar
dijauhi." (HR. Muslim)
Rasulullah
ﷺ juga bersabda:
وَمَنْ
سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا
إِلَى الْجَنَّةِ
"Barang
siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan
baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Dalam
sebuah nasihat yang dinisbatkan kepada Imam Asy-Syafi'i rahimahullah
pernah dikatakan:
مَنْ
أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ
بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
"Barang
siapa menginginkan dunia hendaklah dengan ilmu. Barang siapa menginginkan
akhirat hendaklah dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya,
hendaklah dengan ilmu."
Ilmu
adalah kunci kesuksesan dunia sekaligus kebahagiaan akhirat.
Teladan
Pemuda dalam Al-Qur'an
Allah
mengabadikan kisah para pemuda yang menjadi teladan sepanjang zaman, di
antaranya:
- Nabi
Ibrahim 'alaihis salam, seorang pemuda
pemberani yang menghancurkan berhala dan tetap teguh mempertahankan tauhid
meskipun harus menghadapi kaumnya.
- Ashabul
Kahfi, para pemuda yang rela meninggalkan kampung halaman
demi mempertahankan keimanan kepada Allah.
Kisah
mereka mengajarkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk menjadi hamba Allah
yang mulia.
Jadilah
Pemuda yang Berprestasi
Islam
mendorong pemuda menjadi pribadi yang kuat, bermanfaat, dan produktif.
Rasulullah
ﷺ bersabda:
الْمُؤْمِنُ
الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ
"Mukmin
yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." (HR.
Muslim)
Beliau
ﷺ juga
bersabda:
مِنْ
حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
"Di
antara tanda baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak
bermanfaat baginya." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Seorang
pemuda muslim hendaknya mengisi waktunya dengan belajar, beribadah, bekerja,
berdakwah, berkarya, dan melakukan berbagai aktivitas yang membawa manfaat.
Menjaga
Kesucian Diri dengan Menikah
Di
antara solusi Islam untuk menjaga kehormatan pemuda adalah menikah apabila
telah mampu.
Rasulullah
ﷺ bersabda:
يَا
مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ
أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ
بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Wahai
para pemuda, siapa di antara kalian yang telah mampu menikah, maka menikahlah.
Karena menikah lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.
Barang siapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah perisai
baginya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup
Menjadi
pemuda idaman bukanlah tentang penampilan, popularitas, atau kekayaan, tetapi
tentang kedekatan kepada Allah dan manfaat yang diberikan kepada sesama.
Mari
menjadi pemuda yang:
- Tumbuh
dalam ibadah kepada Allah.
- Dekat
dengan masjid dan majelis ilmu.
- Menjauhi
maksiat dan pergaulan yang buruk.
- Berprestasi
dalam ilmu, amal, dan akhlak.
- Berbakti
kepada orang tua.
- Menjaga
kehormatan diri dengan jalan yang halal.
- Meneladani
Nabi Ibrahim dan Ashabul Kahfi dalam keteguhan iman.
Semoga
Allah menjadikan kita termasuk pemuda yang memperoleh naungan-Nya pada hari
ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. Aamiin.
Tidak ada komentar