Header Ads

Header ADS

Nasihat untuk Para Penyeru Dakwah


Dakwah bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi amanah besar yang menuntut keikhlasan, keteladanan, dan kehati-hatian, agar tujuan utamanya, yaitu mencari ridha Allah SWT dan memperbaiki umat, tetap terjaga. Di tengah dinamika dakwah kontemporer, dengan berbagai tantangan, godaan, dan fitnah, seorang da’i, mubaligh, apalagi ustadz membutuhkan rambu-rambu agar tetap berada di jalan yang lurus. Buku “Rambu-Rambu Dakwah” karya Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A., yang diterbitkan versi pdf oleh UFA Office pada Januari 2026, hadir sebagai panduan dan refleksi bagi para penggiat dakwah di tengah kondisi zaman yang semakin kompleks.

Buku dengan tebal 179 halaman ini memuat dua puluh rambu-rambu penting dalam berdakwah. Yaitu: Ikhlas dalam Berdakwah, Berusaha Menjadi Ulama Rabbani, Da’i Harus Berusaha Menjalankan Apa yang Disampaikan Semaksimal Mungkin, Waspadai Penyakit Ujub dan Sombong, Hati-Hati dengan Fitnah Dunia dan Wanita, Jangan Terburu-Buru Memberi Fatwa, Berhati-Hati dalam Merajihkan Pendapat, Jangan Mengajak Murid untuk Fanatik, Fitnah Harta, Jangan Menjadikan Dakwah sebagai Industri, Jangan Lupa Menambah Ilmu, Mendudukkan Manusia Sesuai dengan Posisinya, Hati-Hati Bergaul dengan Ahli Bid’ah, Da’i Mempunyai Amanah untuk Memperbaiki Audiens, Jangan Lupa Mengurus Keluarga, Evaluasi Diri, Selalu Mengondisikan Diri untuk Siap Dinasihati, Jangan Minta Dikasihani, Jangan Jadikan Ustaz sebagai Simbol Kemewahan, dan Berhati-Hati dalam Berfatwa.

Dari segi tampilan, buku ini disusun dengan tata letak yang rapi dan dilengkapi dengan kata-kata atau paragraf yang dicetak tebal dan berwarna sebagai penekanan poin-poin penting, sehingga memudahkan pembaca untuk menangkap inti pembahasan dan melakukan pengulangan atau perenungan terhadap pesan-pesan utama yang disampaikan.

Kelebihan lain dari buku ini terletak pada sifatnya yang sangat kontekstual dan relevan dengan realitas dakwah masa kini. Penulis, seorang da’i lulusan Universitas Islam Madinah yang telah lama berkecimpung di belantara dakwah, menuliskan buku ini sebagai refleksi pribadi dan renungan untuk menasihati diri sendiri. Buku ini pada mulanya merupakan transkripsi dari kajian yang disampaikan penulis di hadapan para penggiat dakwah. Banyak fenomena yang dibahas terasa dekat dengan kehidupan, seperti fanatisme terhadap ustadz, penetapan tarif dakwah, serta tuntutan fasilitas tertentu, yang semuanya disampaikan dengan bahasa nasihat, bukan celaan, tentu dengan tetap menyamarkan identitas pihak-pihak yang dimaksud.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh para da’i, mubalig, dan ustadz dengan hati yang bersih serta pikiran yang jernih agar tidak merasa tersinggung, melainkan mampu mengambil hikmah dan pelajaran berharga, mengingat banyak pembahasan yang berpotensi menyentuh para “pelaku” dakwah secara langsung. Selain itu, masyarakat umum, termasuk para “pemanfaat” dakwah, juga layak membacanya agar memahami bahwa kondisi para da’i sangat beragam. Dalam aspek keuangan, misalnya, ada da’i yang hidup berkecukupan, namun tidak sedikit pula yang berada dalam keterbatasan. Dengan demikian, pembaca diharapkan tidak mudah berprasangka buruk kepada seluruh da’i, karena masih banyak di antara mereka yang berdakwah dengan penuh keikhlasan.

Pada akhirnya, “Rambu-Rambu Dakwah” bukan sekadar buku bacaan, melainkan cermin kejujuran bagi siapa pun yang terlibat dalam dakwah. Ia “menampar” dengan lembut, menegur tanpa merendahkan, dan mengingatkan tanpa menggurui. Buku ini mengajak pembaca untuk berhenti sibuk menilai orang lain, lalu mulai serius menata diri sendiri sebelum menyeru kebaikan kepada orang lain. Sebuah bacaan penting agar dakwah tidak kehilangan ruhnya, dan para penyerunya tetap berjalan di atas rel yang seharusnya.


TEKS LENGKAP

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.