Khutbah Jumat: Ekonomi Sulit dan Sikap Seorang Muslim
Khutbah Jumat: Ekonomi Sulit dan Sikap Seorang Muslim
Ahmas Nasri
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ،
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ
فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
أَمَّا بَعْدُ،
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ،
وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا،
وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي
النَّارِ.
Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Setelah memanjatkan
puji syukur ke hadirat Allah ﷻ dan bershalawat atas
Rasulullah ﷺ, khatib berwasiat kepada diri
pribadi dan jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan keimanan serta
ketakwaan kepada Allah ﷻ. Sebab, keduanya merupakan
bekal terbaik dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, termasuk tantangan
ekonomi yang saat ini dirasakan oleh sebagian masyarakat.
Islam dan Solusi Menghadapi Kesulitan Ekonomi
Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Dalam situasi yang
penuh tantangan ini, muncul pertanyaan: bagaimana seorang muslim seharusnya
menyikapinya?
Pertama, memperkuat tawakal
kepada Allah ﷻ sembari terus berikhtiar
secara maksimal.
Kita harus meyakini
bahwa salah satu nama Allah ﷻ dalam Asmaul Husna adalah Ar-Razzaq,
yaitu Maha Pemberi Rezeki. Allah ﷻ berfirman dalam QS. Az-Zariyat [51]: 58,
اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ
الْمَتِيْنُ
"Sesungguhnya
Allahlah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh."
Karena itu, jangan
sampai kita berputus asa dari rahmat Allah ﷻ. Bagaimanapun sulitnya kondisi ekonomi yang dihadapi, rezeki
setiap hamba telah berada dalam jaminan-Nya dan tidak akan tertukar dengan
milik orang lain.
Namun, keyakinan
tersebut tidak boleh menjadikan kita berpangku tangan. Islam mengajarkan
tawakal yang berjalan seiring dengan usaha terbaik. Dalam hadis yang
diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ
"Ikatlah
untamu terlebih dahulu, kemudian bertawakallah!"
Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Kedua, menegakkan amar
makruf nahi mungkar, termasuk kepada para pemegang amanah dan pengambil
kebijakan.
Islam mengajarkan
bahwa kepedulian terhadap kondisi masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.
Apabila terdapat kemungkaran, ketidakadilan, atau kebijakan yang berpotensi
menimbulkan kemudaratan bagi masyarakat luas, maka seorang muslim tidak boleh
bersikap masa bodoh.
Kerusakan yang
dibiarkan berlarut-larut akan membawa dampak bagi seluruh lapisan masyarakat.
Oleh sebab itu, amar makruf nahi mungkar tidak hanya ditujukan kepada individu,
tetapi juga kepada para pemegang kekuasaan agar mereka menjalankan amanah
secara adil dan penuh tanggung jawab.
Dalam hadis yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, Rasulullah ﷺ bersabda,
أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ
سُلْطَانٍ جَائِرٍ
"Jihad
yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang
zalim."
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bertawakal
kepada-Nya, bersungguh-sungguh dalam berikhtiar, serta istiqamah dalam
menegakkan amar makruf nahi mungkar.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ
السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Khutbah Kedua
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ،
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ،
نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ،
Jamaah Jumat
Rahimakumullah,
Imam At-Tirmidzi
meriwayatkan sebuah hadis dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ pernah mengajarkan doa berikut:
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ
حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
"Ya
Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal sehingga terhindar dari yang
haram. Cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada
selain-Mu."
Semoga Allah ﷻ memperbaiki keadaan kaum muslimin, melapangkan rezeki kita,
melimpahkan keberkahan dalam kehidupan, serta menganugerahkan kepada negeri ini
para pemimpin yang amanah, adil, dan senantiasa mengutamakan kemaslahatan
rakyat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى
النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ
هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى
وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا
نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ
نَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لَنَا شَأْنَنَا كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنَا إِلَى
أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا
عَلَى دِينِكَ، اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ
قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا
وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا
اجْتِنَابَهُ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا
يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Tidak ada komentar