Cuaca Panas dan Sikap Seorang Muslim
Cuaca panas yang melanda sejumlah daerah di
tanah air tengah kita rasakan dalam beberapa pekan terakhir. Teriknya matahari
dan suhu udara yang meningkat membuat kita merasakan betapa panasnya cuaca yang
terjadi saat ini. Islam telah mengajarkan kepada kita bagaimana menyikapi
fenomena cuaca, khususnya cuaca panas seperti sekarang. Bagi seorang muslim,
kondisi tersebut tidak hanya menjadi sesuatu yang dirasakan secara fisik,
tetapi juga dapat menjadi pengingat tentang dahsyatnya kehidupan di akhirat
serta mendorong kita untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada
Allah ﷻ.
Cuaca panas juga mengingatkan kita akan
begitu banyak nikmat Allah ﷻ
yang sering kali kita abaikan. Ketika merasa kepanasan, kita semakin menyadari
betapa berharganya air untuk menghilangkan dahaga, tempat yang teduh untuk
berlindung, udara yang sejuk, serta kesehatan yang memungkinkan kita
beraktivitas. Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak hanya mengeluhkan
panas, tetapi juga bersyukur atas berbagai nikmat yang Allah ﷻ
berikan. Panas yang kita rasakan di dunia pun dapat menjadi sarana untuk
mengingat bahwa di akhirat kelak ada keadaan yang jauh lebih dahsyat.
Pertama, Cuaca Panas Mengingatkan Kita pada
Panasnya Hari Kiamat.
Apa yang tengah kita rasakan sekarang ini tidak
sebanding dengan apa yang akan kita hadapi di hari akhir. Panasnya hari kiamat
jauh lebih panas, jauh lebih mendidih, dan jauh lebih menyengat.
Rasulullah ﷺ
bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ
الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى
قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ،
وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى
حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا
“Pada Hari Kiamat matahari didekatkan pada
makhluk, sehingga ada di antara mereka yang jaraknya satu mil. Keringat yang
mengucur pada manusia saat itu tergantung pada amalan mereka. Di antara mereka ada yang keringatnya
sampai pada dua mata kakinya, ada yang mencapai dua lututnya, ada yang mencapai
pinggangnya, dan di antara mereka ada pula yang tenggelam oleh keringatnya.” (HR.
Muslim)
Rasulullah ﷺ
bersabda:
يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حَتَّى
يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا، وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى
يَبْلُغَ آذَانَهُمْ.
“Kelak pada hari kiamat manusia akan
berkeringat, sampai kiranya kalau dikumpulkan di muka bumi, keringatnya sampai
tujuh puluh hasta, dan menenggelamkan mereka sampai ke telinganya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kedua, Mengingat Panasnya Api Neraka Jahanam.
Panasnya cuaca yang tengah kita hadapi
hendaknya membuat kita ingat betapa panasnya api neraka Jahanam. Panas yang
kita rasakan di dunia ini tidak sebanding dengan panasnya api neraka. Karena
itu, hendaknya panasnya cuaca menjadi pengingat bagi kita untuk meningkatkan
ketakwaan dan memohon perlindungan kepada Allah ﷻ
dari siksa neraka.
Allah ﷻ
berfirman:
فَرِحَ الْمُخَلَّفُوْنَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلٰفَ
رَسُوْلِ اللّٰهِ وَكَرِهُوْٓا اَنْ يُّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ
فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَالُوْا لَا تَنْفِرُوْا فِى الْحَرِّۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ اَشَدُّ حَرًّاۗ لَوْ كَانُوْا يَفْقَهُوْنَ ٨١
“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut
berperang) merasa gembira dengan duduk-duduk setelah kepergian Rasulullah (ke
medan perang). Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan
Allah dan mereka (justru) berkata, “Janganlah kamu berangkat (ke medan perang)
di tengah panas terik.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Api neraka Jahanam lebih
panas.” Seandainya saja selama ini mereka memahami.” (QS. At-Taubah [9]:
81)
Neraka panasnya jauh lebih terik, lebih
mendidih dan lebih membakar. Jangan sampai kita sibuk mengeluh dengan cuaca
panas di dunia tapi lupa bahwa di akhirat, neraka jauh lebih panas dari yang
tengah kita rasakan sekarang.
Amalan yang Saat Cuaca Panas
Dalam menghadapi cuaca panas yang terik, kita
dapat melakukan berbagai amalan. Selain menjaga kondisi tubuh dengan banyak
minum, menggunakan alat penyejuk udara, dan menghindari paparan langsung sinar
matahari, kita juga perlu memperhatikan amalan ruhiyah. Lalu, apa saja amalan
yang dapat kita lakukan untuk menyikapi cuaca panas ini?
Pertama, puasa sunnah. Berpuasa pada cuaca panas
di kalangan salaf dikenal dengan istilah Zhama’ul Hawajir ظمأ الهواجر, artinya
rasa haus setelah pertengahan siang. Dengan puasa di cuaca panas, tentu
memiliki tingkat rintangan yang lebih berat, maka semoga pahala yang didapat
jauh lebih banyak pula.
Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu
saat menjelang kematiannya berpesan kepada putranya, Abdullah. Beliau berkata,
“Hendaknya engkau mewujudkan sifat-sifat keimanan.” Lalu beliau
menyebutkan yang paling pertama; “Berpuasa saat panas sangat terik di musim
panas.”
Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu berkata:
صُومُوا يَوْمًا شَدِيدًا حَرُّهُ، لِحَرِّ
يَوْمِ النُّشُورِ، وَصَلُّوا رَكْعَتَيْنِ فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ، لِظُلْمَةِ
الْقُبُورِ.
“Berpuasalah pada hari yang sangat panas,
untuk menghadapi panasnya hari kebangkitan, dan shalatlah dua rakaat di
kegelapan malam, untuk menghadapi gelapnya kubur.”
Kedua, bersedekah. Saat cuaca panas seperti ini, salah satu bentuk
sedekah yang sangat baik untuk dilakukan adalah memberi minum atau bersedekah
air. Selain untuk menghilangkan dahaga, air juga merupakan kebutuhan
sehari-hari yang sangat penting bagi kehidupan.
Dari Sa’ad bin
‘Ubadah radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ،
أَفَأَتَصَدَّقُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ. قُلْتُ: فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟
قَالَ: سَقْيُ الْمَاءِ.
“Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah
meninggal dunia. Apakah boleh aku bersedekah atas namanya?” Jawab Nabi ﷺ, “Iya, boleh.” Sa’ad bertanya lagi, “Lalu sedekah apa yang
paling afdal?” Jawab Nabi ﷺ,
“Memberi minum air.” (HR. An-Nasai)
Imam Al-Qurthubi mengatakan dalam kitab
tafsirnya saat menafsirkan QS. Al-A’raf ayat 50, “Sebagian tabi’in menegaskan,
‘Siapa yang banyak berbuat dosa hendaknya ia bersedekah dengan memberi minum.
Allah ﷻ telah mengampuni dosa orang yang memberi
minum seekor anjing. Maka bagaimana dengan orang yang memberi minum seorang
mukmin yang bertauhid dan menyelamatkan kehidupannya?’”
Ketiga, memperbanyak doa. Hendaknya seorang muslim senantiasa memohon kepada Allah ﷻ
agar dilindungi dari siksa neraka. Rasulullah ﷺ
bersabda:
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ
مَرَّاتٍ، قَالَتِ الْجَنَّةُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ
اسْتَجَارَ مِنَ النَّارِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قَالَتِ النَّارُ: اللَّهُمَّ
أَجِرْهُ مِنَ النَّارِ.
“Barangsiapa meminta surga kepada Allah
sebanyak tiga kali, maka surga berkata: ‘Ya Allah, masukkan dia ke surga’. Demikian
pula barang siapa meminta perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, maka
neraka berkata: ‘Ya Allah, lindungilah ia dari neraka’.” (HR. Ahmad,
An-Nasai, At-Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al-Albani)
Di antara sifat Ibadurrahman adalah
senantiasa meminta kepada Allah ﷻ
agar dijauhkan dari siksa neraka. Allah ﷻ
berfirman:
وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ
عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا
كَانَ غَرَامًاۖ ٦٥
“Dan, orang-orang yang berkata, ‘Wahai
Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami (karena) sesungguhnya azabnya itu
kekal’.” (QS. Al-Furqan [25]: 65)
Semoga Allah ﷻ
menyelamatkan kita, keluarga kita, dan kaum muslimin dari sengatan panas
matahari di hari akhir serta dari siksa neraka Jahanam. Panasnya cuaca yang
kita rasakan di dunia ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita akan dahsyatnya
kehidupan di akhirat, sehingga mendorong kita untuk memperbanyak amal saleh dan
ketaatan, serta doa kepada Allah ﷻ.
Semoga Allah ﷻ
mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal-amal kita, dan menjadikan kita sebagai
ahli surga-Nya yang penuh dengan kesejukan, kedamaian, serta kenyamanan.
Aamiin.

Tidak ada komentar