Header Ads

Header ADS

Da'i dan Keikhlasan


Di antara hal yang saya kagumi dari bapak-bapak mubaligh dan asatidzah Muhammadiyah, juga da'i dan kiai lain, adalah keikhlasan mereka. Insyaallah, mereka adalah orang-orang yang ikhlas.

Salah satu indikasinya adalah kesediaan mereka untuk selalu membersamai umat di akar rumput. Bapak-bapak di PDM, PWM, hingga pimpinan persyarikatan tingkat pusat, tetap mau hadir ketika diundang untuk mengisi pengajian atau membersamai masyarakat, meskipun di tempat-tempat yang sederhana.

Di tempat kami, misalnya, “amplop” yang diterima mungkin tidak seberapa nilainya. Tetapi yang menarik, di kemudian hari ketika kami mengundang kembali, beliau-beliau tetap berkenan datang. Tidak kemudian menghitung-hitung apa yang pernah diterima, besar kecilnya “penghargaan” yang diberikan, kemudian menjadi pertimbangan untuk hadir atau tidaknya.

Di tingkat pusat, misalnya, ada Prof. Mukti, Prof. Dadang Kahmad, Buya Anwar Abbas, Dr. Fahmi Salim, Pak Hajriyanto Tohari, Prof. Din Syamsuddin, dan masih banyak lagi kalau harus menyebut satu per satu.

Di antara kiai nasional yang ikhlas, tapi tidak termasuk pimpinan persyarikatan, adalah KH. Hasan Abdullah Sahal. Setidaknya dua kali beliau hadir di tempat kami.

Inilah salah satu hal yang saya teladani dari beliau-beliau: belajar tentang keikhlasan.

Saya pun belajar untuk menerapkannya dalam diri sendiri. Misalnya, ketika saya diundang ke sebuah masjid, kemudian ternyata tidak ada “apa-apanya”, maka jika pada kesempatan lain saya kembali diundang, bismillah, saya akan datang lagi jika tidak bersamaan dengan agenda lain.

Sebab, sesungguhnya yang kita cari bukanlah apa yang kita terima dari manusia, tetapi semata-mata keridhaan Allah. Tentu juga bagaimana kita bisa terus memberikan manfaat. Bukankah dakwah pada akhirnya adalah tentang kesediaan untuk hadir, membersamai, dan berbagi ilmu dengan siapa saja, di mana saja?

Semoga kita semua diberi kemampuan untuk belajar ikhlas, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para mubaligh dan asatidzah yang lebih dulu mengabdikan diri pada Allah di jalan dakwah.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.