Header Ads

Header ADS

Catatan Kecil dari Mihrab Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah waktu di mana saya lebih banyak menghuni “mihrab” masjid. Bukan bermaksud rewel, tapi nyatanya ada beberapa hal yang menurut saya dapat menambah kenyamanan, khususnya bagi penghuninya, yaitu para imam dan pengisi kultum.

1. Sajadah

Idealnya, pengurus masjid mengganti atau setidaknya mencuci sajadah imam secara rutin. Minimal tidak berbau lah, syukur-syukur jika aromanya wangi. Kadang saya kepikiran pengin menghadiahkan sajadah untuk masjid yang sajadah imamnya sudah pudar gambarnya, bahkan terlihat usang atau teramat lusuh. Namun saya khawatir niat baik tersebut justru membuat tersinggung dan tidak berkenan, apalagi jika masjidnya sudah bagus dan jamaahnya banyak.

2. Mikrofon (Mic)

Saya terkadang heran, kenapa ya di beberapa masjid perhatian terhadap hal ini masih kurang. Ada masjid yang tergolong besar dan jamaahnya banyak, tetapi di mihrab tidak tersedia mic khusus imam, sehingga imam harus bersuara keras. Ada pula yang mic-nya tersedia, namun kualitasnya ala kadarnya. Khususnya di bulan Ramadhan seperti ini, menurut saya ini menjadi hal yang wajib harus ada. Memimpin shalat jahr 15 atau bahkan 27 rakaat tentu tidak nyaman jika harus terus-menerus berteriak.

3. Kipas Angin

Menurut saya, kipas angin adalah pilihan yang paling pas, atau bisa juga menggunakan air cooler berdiri berukuran kecil, karena hanya diperuntukkan khusus bagi imam. Yang penting, jangan sampai suaranya berisik sehingga mengganggu kekhusyukan. Jika menggunakan AC khusus di mihrab, menurut saya justru terasa terlalu dingin.

4. Air Minum

Hal ini mungkin yang belum banyak disadari oleh para pengurus masjid. Imam tarawih itu meskipun yang dibaca ayat atau surat pendek, sering kali membutuhkan air minum di sela-sela jeda shalat. Terkadang saya kurang nyaman ketika imam berulang kali berdehem karena tenggorokan kering, sementara di mihrab tidak disediakan air minum.

5. Kebersihan Mihrab

Kebersihan mihrab juga sangat penting. Sesekali saya harus bersin-bersin jika mendapati mihrab yang berdebu, berantakan atau bahkan terdapat sarang laba-laba, meskipun ini sangat jarang terjadi. Termasuk juga kebersihan mimbar. Membersihkan dan merapikannya, minimal pas menjelang Ramadhan, menurut saya bukanlah hal yang berlebihan.

Beberapa hal di atas pernah saya sampaikan langsung kepada pengurus masjid. Semoga tidak menyinggung pihak mana pun, terutama masjid atau mushala yang pernah saya kunjungi. Semua ini semata-mata demi kenyamanan dan kekhusyukan bersama dalam beribadah.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.